Rabu, 03 Agustus 2011

KUMPULAN ARTIKEL TANYA JAWAB SEPUTAR BUDIDAYA JAMUR.

SERINGNYA KAMI MENDAPATKAN PERTANYAAN SEPUTAR BUDIDAYA JAMUR, MAKA KAMI COBA UNTUK MENGUMPULKAN SEMUA PERTANYAAN DAN JAWABANNYA UNTUK DIJADIKAN ARTIKEL AGAR BERMANFAAT BAGI SESAMA [SEMUA] PETANI BUDIDAYA JAMUR LAINNYA KHUSUS BAGI PEMULA.

BAGAIMANA CARANYA UNTUK MENDAPATKAN BIBIT JAMUR YANG BAIK [BERKWALITAS] ?
JAWABAN : TURUNAN BIBIT JAMUR HARUS JELAS PADA WAKTU DIBUATNYA, MISALKAN DI MULAI DARI KULTUR MURNI [F.0], KEMUDIAN DIKEMBANGBIAKAN MENJADI F.1 [BIBIT INDUK], KEMUDIAN DIKEMBANGBIKAN MENJADI BIBIT JAMUR SIAP TANAM [F.2]. DARI BIBIT JAMUR [F.2] INILAH YANG KEMUDIAN DIPINDAHKAN ATAU DIPERGUNAKAN DI BAGLOG [MEDIA TANAM]  UNTUK DITUMBUHKAN MENJADI JAMUR. PADA WAKTU PROSES PEMBUATAN BIBIT JAMUR [MULAI DARI F.0 S/D F.2] HARUS BENAR BENAR TELITI, SABAR, JANGAN SAMPAI MENIMBULKAN KONTAMINASI TERHADAP TURUNUNAN BERIKUTNYA.

BAGAIMANA KOMPOSISI UNTUK MEMBUAT BAGLOG [MEDIA TANAM] ?
JAWABAN : KOMPOSISI YANG SELALU KAMI PERGUNAKAN DIDALAM MEMBUAT BAGLOG [MEDIA TANAM] ADALAH DIMISALKAN UNTUK : [100 KG] SERBUK KAYU JENIS KAYU LUNAK, (10 S/D 20) KG DEDAK [BEKATUL] YANG BAIK [BAGUS] ADALAH YANG MENGANDUNG MENIR, [3 KG] TEPUNG KAPUR, [1/2] TEPUNG GIPS, [1 KG ATAU 2 KG] TEPUNG BIJI BIJIAN dan [1/2 KG] TEPUNG GULA PUTIH.

APA YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA WAKTU PROSES MEMBUAT BAGLOG [MEDIA TANAM] ?
JAWABAN : PERTAMA-TAMA BIBIT JAMURNYA HARUS YANG BERKWALITAS atau BAIK. PERGUNAKAN BIBIT JAMUR TURUNAN YANG KE DUA [F.2].
KEDUA, PERHATIKAN BAHAN-BAHAN DASAR [BAHAN POKOK], USAHAKAN YANG MASIH BARU, MISALKAN SERBUK KAYU, DEDAK DAN LAIN-LAIN.
KETIGA, URUTAN KERJANYA HARUS TERATUR, MULAI DARI MENCAMPUR BAHAN-BAHAN SAMPAI PEKERJAAN INOKULASI [PEMINDAHAN atau MEMASUKKAN BIBIT JAMUR KEDALAM BAGLOG].

Tulisan ini akan kami lanjutkan dikemudian hari.

Selasa, 19 April 2011

CARA ORDER BIBIT F0, F1, F2, BAGLOG, JAMUR TIRAM PUTIH, JAMUR TIRAM ABU-ABU, JAMUR TIRAM COKLAT UNTUK MEMULAI USAHA BUDIDAYA JAMUR.

Bila anda akan memulai usaha budidaya jamur, sebaiknya belajar membuat baglog atau media tanam, yang bahan bakunya terdiri dari serbuk kayu, dedak, kapur, gips dan bahan lainnya [ bila dibutuhkan atau diperlukan ], ikutilah petunjuk atau artikel atau informasi tentang budidaya jamur di dalam blog ini. Bila anda menggunakan Bibit Jamur [F.2] Jamur Tiram Putih [atau jenis jamur yang lainnya (bila tersedia)] Produk dari "budimushroom", kami akan memandu anda didalam membuat baglog atau media tanam sampai dengan tumbuh jamur [anda dapat konsultasi dengan kami setiap saat], bila ada pertanyaan dan mencari jawaban dapat dilihat di http://www.jamur.info
Untuk order bibit [ F.2 ] silahkan kontak BUDI SISWANDI :
No. HP : 08158751024
No. HP : 08561018488
No. HP : 082114209849

No. PIN BB : 52AE2F50
    FORMAT SMS untuk order produk :
    NAMA [lengkap / jelas].
    ALAMAT [lengkap / jelas].
    No. telp yang dapat dihubungi.
    JUMLAH ORDER.
      Bila akan konsultasi masalah budidaya jamur atau order produk "budimushroom" silahkan kirim email : b.siswandi@gmail.com

      BIBITJAMUR F2 TIRAM PUTIH
      SEHARGA RP 10.000,- / BOTOL [ blm termasuk bea kirim ]
      Satu botol dapat dibuat baglog antara [ 30 - 40 ] baglog dengan ukuran plastik 17/35 dan bila menggunakan plastik ukuran 23/35 untuk 1 botol bibit jamur F.2 dapat dipakai antara [10 - 20] baglog.

      SPESIFIKASI BIBIT :
      • Turunan dari F.0, F.1
      • Bahan Media Biji-bijian [jagung murni] ditambahkan bahan pendukung lainnya.
      • Masa kadaluarsa dapat tahan sampai +/- 2 bulan [ selama zat makanan didalam botol masih tersedia miselium jamur akan tetap hidup ].
      Produk "budimushroom" sudah banyak dipergunakan oleh para petani hampir diseluruh wilayah Indonesia.

      TATA CARA PEMBAYARAN :
      SILAHKAN TRANSFER KE  :  
      BUDI SISWANDI.
      BANK CENTRAL ASIA KCP RUKO KALIMAS BEKASI TIMUR.
      NO. REK : 578.021.2553.
      ATAU
      BANK MANDIRI KCP BEKASI AHMAD YANI 
      NO. REK : 156.00.0287271.3

      Bila sudah melakukkan transfer [pembayaran] harap segera di informasikan ke kami, untuk segera dilakukkan pengiriman paket sesuai dengan alamat yang diminta. 

      Alamat Penjualan Bibit F.2 Jamur Tiram Putih :
      • Kompleks Duren Jaya Permai [Borobudur], Jln. Sunan Ampel V No. 10, Blok O.III, RT/RW - 015/004, Kel. Aren Jaya, Kec. Bekasi Timur, Kota Bekasi, Kode Pos 17111, Jawa Barat, Indonesia.

      Kami pun menjual BAGLOG [MEDIA TANAM] siap tumbuh jamur termasuk JAMUR SEGAR.

      Rabu, 17 November 2010

      MARI KITA BELAJAR USAHA BUDIDAYA JAMUR.

      SULITKAH BELAJAR BUDIDAYA JAMUR ?
      Salah satu pertanyaan diatas, ada pada benak kami pd waktu kami belum tahu sama sekali tentang budidaya jamur. Ada lagi pertanyaan yang lainnya : kemana kami mencari informasi tentang budidaya jamur, dimana kami harus beli bahan-bahan pokok untuk membuat media tanam / bibit semai, kemana kami mencari bibit jamur, berapa harganya, bagaimana cara menggunakan, siapa dan kemana kami menjual jamur dan menjual produk, apa sich jamur itu, apakah bisa dimakan ? membahayakan atau tdk bila dikonsumsi, dan banyak sekali pertanyaan - pertanyaan yg ada di benak kami (mungkin kalau kami tulis tdk akan cukup tempatnya). Bagi orang awam pun pasti mempunyai pertanyaan yang sama juga.

      " Mari kita bahas persoalan belajar budidaya jamur "

      Pertama cari informasi tentang budidaya jamur sebanyak mungkin, dengan cara membeli buku-buku tentang budidaya jamur (baca dan simak berulang-ulang), atau cari dari internet, atau bertanya pd petani yang sdh berpengalaman dan bersedia untuk memberikan informasi secara deatail.
      Bila anda kesulitan atau minta dibimbing : silahkan kontak kami di 08158751024, 08561018488, pergunakanlah artikel-artikel yang selalu kami tulis sebagai referensi dan bila memperlukan bibit jamur, alat-alat (misalkan sendok untuk mengambil bibit jamur didalam botol, plastik type pp, alat pH meter, alat Hygrometer) silahkan call kami.
      Kedua, siapkan alat-alat kerja (misalkan alat sterilisasi - buatlah dari bahan drum bekas), ruangan untuk kerja (misalkan : untuk mengaduk / mencampur bahan-bahan, kompos, pewadahan, steril, inokulasi, inkubasi dan pertumbuhan jamur), bahan-bahan pokok (serbuk kayu, dedak, caco3, caso4), bahan-bahan pendukung dan tenaga kerja.
      Ketiga, mulailah anda bekerja membuat bibit semai / baglog / media tanam. Tetapi sebelumnnya siapkan BIBIT JAMUR (induk) (f.2) >> silahkan order di kami (budi siswandi) call 08158751024 - 08561018488.
      Tahapan pekerjaan budidaya jamur terdiri dari 4 tahap : kultur murni, sub.kultur, bibit induk dan bibit semai. Untuk meringkas waktu dan biaya pekerjaan >> mulailah dari tata cara membuat bibit semai di dalam membuka usaha budidaya jamur.
      Langkah kerjanya : silahkan buka artikel tata cara membuat bibit semai / baglog / media tanam.
      Buatlah rangkaian dari pekerjaan proses pembuatan bibit semai >> inkubasi >> pertumbuhan jamur >> (bila diperlukan atau kondisi memungkinkan) buat olahan makanan dari bahan baku jamur.
      Keempat, mulai mempromosikan hasil panen dan hasil produk, dengan tujuan agar anda mulai dikenal oleh orang lain baik yang masih awam maupun para petani yang lainnya. Banyak cara untuk mempromosikan usaha budidaya jamur >> bisa dari mulut ke mulut >> media cetak >> media elektronik.
      Dalam menghadapi proses di atas, lakukkan dengan kesabaran (semuanya perlu waktu), nanti lama kelamaan akan menjadi lapangan pekerjaan baik buat sendiri maupun buat orang lain.
      Didalam pembelajaran usaha budidaya jamur, bagi pemula yang dibutuhkan (paling penting) adalah orang yang membimbing (setiap saat bisa konsultasi baik teknis maupun non teknis) dan bibit jamur yang bermutu (yang dapat menyediakan secara berkala).
      Kesimpulan : jadikanlah diri anda pionir di dalam usaha budidaya jamur baik untuk wilayah anda sendiri maupun untuk daerah lainnnya.

      SELAMAT BEKERJA - SEMOGA ANDA SUKSES

      Sabtu, 31 Juli 2010

      Cara penyajian / paking jamur

      Cara penjualan hasil panen jamur, dibuatkan paking / penyajian yang menarik agar konsumen / pembeli tertarik dengan jamur.

      Senin, 05 Juli 2010

      Alat-alat untuk mengerjakan Inokulasi (memasukkan bibit kedalam baglog)

      Pekerjaan inokulasi dilakukkan setelah pekerjaan sterilisasi dan pendingan sdh dilakukkan.
      Fase inokulasi adalah pekerjaan memasukkan bibit kedalam baglog / media tanam.

      Cara kerjanya adalah :
      • Siapkan ruangan khusus (tertutup) untuk mengerjakan pekerjaan inokulasi (memasukkan bibit jamur kedalam baglog / media tanam.
      • Sebelum mengerjakan, bersihkan terlebih dahulu ruangan tsb dan sprot dengan alkohol secukupnya.
      • Pada waktu mengerjakan usahakan ruangan slalu tertutup dan pekerja jangan terlalu kelaur masuk ruangan dengan tujuan untuk menghindari terkontaminasi baik bibit jamur maupun media tanam / baglog yang akan diberi bibit.
      • Siapkan tenaga kerja dua orang. dengan pembagian tugas 1 orang membuka dan menutup baglog dan 1 orang lagi menyiapkankan dan memindahkan / memasukkan bibit kedalam baglog.
        Alat-alat kerja : Bibit Jamur, Sendok kecil, Spritus, Alkohol, Kapas, Karet
      Contoh alat kerja :

      Minggu, 04 Juli 2010

      Cara membuat alat steril sederhana.

      Didalam budidaya jamur khususnya dalam pembuatan baglog atau media tanam dibutuhkan alat untuk mensterilkan baglog / media tanam. Bila hal ini tidak dilakukkan maka tidak akan tumbuh jamur yang diinginkan alias jamur liar. Buatlah alat steril tsb dari bahan yang sangat murah meriah tetapi dapat menghasilkan baglog yang berkwalitas.
       Cara membuatnya :
      • sediakan 3 buah s./d 4 buah drum bekas.
      • buka / belah drum tsb menjadi plat.
      • kemudian dibuat lagi bentuknya seperti drum (bila 1 bh drum mempunyai diameter 70 cm) bila digabungkan menjadi satu akan mendapatkan dia meter 140 cm).
      • dibagian bawah dibuatkan dudukan untuk sarangan (pembatas antara baglog dengan air).
      Tungku untuk dudukan drum
       Ini yg dinamakan semawar gas, pakai yg ukuran besar


      Contoh alat steril dari drum, masalah bahan bakar bebas saja (misalkan : dari gas, minyak tanah, kayu bakar atau batu bara).

      Sabtu, 03 Juli 2010

      Cara Membangun Rumah Pertumbuhan Jamur atau Kumbung Jamur.

      Untuk memulai usaha budidaya jamur, rumah jamur / kumbung wajib untuk dibuat / didirikan karena fungsi rumah kumbung jamur adalah untuk pertumbuhan jamur dari media tanam / baglog.
      Cara membuat rumah kumbung silahkan pilih dari bahan-bahan yang mudah didapat. murah, kuat / tahan lama dan yang paling penting didalam ruangan bangunan dapat menghasilkan suhu dingin dan lembab.

      Kami berikan contoh cara membuat kumbung jamur dengan menggunakan bahan-bahan :
      • Pondasi dudukan konstruksi dari bahan pondasi setempat, pasangan batu batako.
      • Rangka menggunakan bambu.
      • Penutup dinding menggunakan bilik bambu.
      • Penutup atap menggunakan genteng dari tanah liat.
      Ukuran konstruksi rak :
      • Lebar rak 0,90 m.
      • Jarak antar sap rak (tinggi rak) 0,60 m.
      • Jarak antar tirang per 2,00 m.
      • Jumlah rak 5 tingkat.
      • Gang / jalan inspeksi (pemeriksaan), lalu lalang orang lebar 0,80 m.
      Ilustrasi bentuk fisik dilapangan :
      Tanah lapang yang akan dibangun rumah jamur / kumbung
      Posisi / peletakan pondasi setempat yang berfungsi sebagai dudukan tiang - tiang konstruksi bangunan
      Konstruksi dari bahan bambu
      Konstruksi rak untuk peletakan baglog di dalam kumbung
      Dinding ditutup pakai bilik bambu dan atap dari bahan genteng tanah liat
      Inilah yang dinamakan rumah jamur - kumbung, tempat dimana pertumbuhan jamur

      Jumat, 02 Juli 2010

      CARA MEMBUAT BAGLOG atau MEDIA TANAM atau BIBIT SEMAI.

      Langkah kerja untuk membuat baglog / media tanam adalah :
      1. Pek. mencampur bahan-bahan.
      2. Pek. pengkomposan.
      3. Pek. pewadahan.
      4. Pek. sterilisasi.
      5. Pek. pendinginan.
      6. Pek. inokulasi.
      7. Pek. inkubasi.
      Persiapkan bahan-bahan antara lain :
      • Bibit jamur F2 / bibit induk.
      • Serbuk kayu, Dedak, CaCO3, CaSO4 dan Tepung biji-bijian.
      • Plastik jenis PP, karet gelang, tali rapia, kapas (majun / kapuk).
      • Alkohol dan spirtus.
      Persiapkan alat-alat kerja :
      • Pacul, singkup, ayakan pasir, ember, drum plastik dan alat angkut.
      • Alat sterilisasi yang terbuat dari bahan drum bekas dan semawar gas komplit dengan tabung gas.
      • Plastik cor, terpal dan tali tambang.
      • PH meter.
      • Tempat api, spray, sendok kecil.
      Persiapkan tempat / bangunan :
      • Bangunan / area untuk menyimpan bahan-bahan..
      • Bangunan / area untuk mencampur bahan-bahan, pengkomposan dan pewadahan.
      • Bangunan / area untuk sterilisasi.
      • Bangunan / area untuk pendinginan dan inokulasi.
      • Bangunan / area untuk inkubasi.
      Persiapakan tenaga kerja (khusus bagi yang akan memulai dengan kondisi ideal) :
      • 2 orang tenaga  kerja untuk mencampur, mengaduk bahan-bahan.
      • 2 orang tenaga kerja untuk pekerjaan pewadahan.
      • 2 orang tenaga kerja untuk pekerjaan inokulasi.
      • 2orang tenaga kerja untuk pekerjaan angkut. 
      Langkah kerja :
      Ayak terlebih dahulu serbuk kayu, buang sampah berupa potongan kayu dan tanah.
      Timbang serbuk kayu yg sdh diayak, misalkan 100 kg.
      Buat komposisi adonan atau campuran bahan :
      1. Serbuk kayu 100 kg.
      2. Dedak 20 % x 100 kg = 20 kg.
      3. CaCO3 3 % x 100 kg = 3 kg.
      4. CaSO4 0,50 % x 100 kg = 0,50 kg.
      5. Tepung biji-bijian 5 % x 100 kg = 5 kg. 
      Campur dan aduk ke 5 bahan tersebut menjadi satu kesatuan yang kokoh (homogen).
      Tambahkan air sedikit demi sedikit, kemudian aduk berulang - ulang.
      Cek / kontrol :
      1. Kadar air yang terkandung dengan cara ambil adonan tsb kepal erat erat pakai tangan, perhatikan jangan sampai ada tetesan air dan bila tangan dibuka adonan masih berbentuk kepalan dan mudah untuk dihancurkan, artinya adonan sdh bagus kandungan kadar airnya.
      2. Nilai pH (asam / basa) pergunakan alat pH meter yang berbentuk batangan, tusukan ke adonan di beberapa tempat nilai yang harus didapat adalah antara 6 - 7.
       Ini yang namanya pH meter, alat yang wajib dimilik

      Langkah selanjutnya adalah pekerjaan pewadahan, yaitu memasukkan adonan kedalam kantong plastik dan ditumbuk pakai botol dan kemudian bagian atas plastik ikat pakai tali rapia.
      Pek. pewadahan
      Bila hasil pewadahan sdh banyak, maka lakukkan pekerjaan sterilisasi menggunakan alat yang paling sederhana adalah drum bekas (konsepnya adalah seperti mengkukus).
      Isi terlebih dahulu pakai air setinggi 20 cm

      Tumpuk / susun baglog - baglog sedemikian rupa agar kapasitasnya maksimal (kapasitas 450 baglog uk 22/35)
      Tutup tumpukan baglog dengan cara lapisi terlebih dahulu pakai plastik cor, kemudian lapis menggunakan terpal dan diikat kencang - kencang, tujuannya agar uap air panas tdk banyak yang keluar (menguap).


      Pada waktu pekerjaan sterilisasi yang harus sangat diperhatikan adalah :
      • Besaran nyala api.
      • Tekanan uap air panas.
      • Waktu pekerjaan tergantung kapasitas baglog yang disterilisasi. Dengan cara manual / sederhana berdasarkan pengalaman kami baglog uk 22/35 kapasitas 420 bh waktu steril 16 jam menggunakan bahan bakar gas (menghabiskan 1 tabung gas 12 kg).
      Selanjutnya, bongkar tumpukan baglog yang ada di dalam drum, angkut dan pindahkan ke ruang inokulasi untuk dilakukan pendinginan selama 1 x 24 jam. Cara pekerjaan Inokulasi lihat / baca artikel selanjuntnya.
      Bila pekerjaan inokulasi selesai dikerjakan, pindahkan baglog - baglog yang sdh diisi bibit jamur ke ruang inkubasi (ruang pertumbuhan miselium di dalam baglog).

      Kamis, 01 Juli 2010

      Cara Tumbuhnya jamur.

      Untuk mengetahui proses pertumbuhan jamur mulai dari awal bisa dilihat di dalam gambar foto dibawah ini.

      Awalnya baglog masih berwarna coklat (warna dari serbuk kayu) setelah diisi dengan bibit jamur maka terjadilah proses pertumbuhan miselium di dalam baglog.
      Dalam waktu 30 hari baglog akan berubah warna menjadi putih
      Bila baglog sdh memutih 100 %, bukalah bagian atas plastik, dalam kurun waktu sekitar 1 minggu akan tumbuh pinhead - pinhead (bakal jamur)
       Dari bentuk pinhead, dgn berjalannya waktu akan mulai terbentuk batang jamur dan daun jamur
      Jamur siap untuk dipetik atau dipanen, cara memetik jamur, ambil semuanya yang ada dipermukaan baglog sampai bersih sampai ke akar-akarnya.

      Minggu, 27 Juni 2010

      Usaha Budidaya Jamur identik dengan Peluang Bisnis / Peluang Usaha yg menjanjikan.

      Usaha budidaya jamur bila ditekuni dengan serius (fokus) akan menjadi Peluang Bisnis / Peluang Usaha yang menjanjikan karena dari hulu sampai hilir bisa dibuat sumber pemasukkan (income). Bahan baku yang dipergunakan adalah bahan limbah yang mana bahan tsb banyak tersedia hampir ditiap daerah / wilayah Indonesia, malahan sampai terbuang begitu saja. Apalagi masalah tenaga kerja juga berlimpah, tinggal kita mau atau tidak untuk memulai usaha budidaya khususnya jamur.
      Dalam usaha budidaya jamur ada istilah :
      1. Bibit Kultur murni atau disebut biakan murni atau disebut F.0
      2. Bibit Sub. Kultur atau disebut F.1
      3. Bibit Bibit Induk disebut F.2
      4. Bibit Semai.
      Keempat point di atas bila diurai secara detail akan menjadi peluang usaha atau peluang bisnis yang menjanjikan karena tidak semua orang bisa melakukkan, misalkan :
      Pengadaan lokasi / area.
      Bila akan mendirikan usaha budidaya jamur disuatu daerah dengan jangkau yang lebih luas lagi agar menjadi besar [menjadi sentral usaha budidaya jamur] , maka memerlukan invovasi dalam bentuk informasi / promosi, dengan tujuan agar banyak orang membuka usaha budidaya jamur disatu tempat yang sama. Dampaknya adalah harga tanah akan meningkat [melonjak], kehidupan ekonomi pun akan bergerak dari semua sektor.
      Pengadaan bahan baku baik untuk peralatan kerja, bangunan dan budidaya jamur.
      Dipersoalan ini pun sama, dengan berkembangnya usaha budidaya jamur di satu tempat yang sama, akan terjadi kebutuhan bahan - bahan meningkat. Dipersoalan ini akan terbentuk suplier - suplier dari beraneka bahan.
      Pengadaan tenaga kerja yang berkwalitas.
      Tenaga kerja yang dibutuhkan pun akan meningkat baik tenaga kerja yang mempunyai keahlian maupun yang hanya mengandalkan tenaga / otot saja. Bila perkembangan sangat cepat tenaga lokal akan kekurangan, maka tenaga dari luar pun akan didatangkan, disektor ini pun akan tercipta lapangan pekerjaan.
      Pengadaan informasi yang bermutu.
      Didalam usaha budidaya jamur pun memerlukan informasi - informasi yang bermutu untuk menunjang kelangsungan usaha tsb, informasi yang harus selalu di dapat adalah informasi yang bersifat teknis maupun non teknis. 

      Coba renungkan lebih dalam lagi !!!! begitu indahnya usaha budidaya jamur banyak sekali tercipta peluang usaha & peluang bisnis, bisa bermanfaat untuk diri kita sendiri maupun untuk orang lain. Silahkan anda pilih mau dari hulu sampai hilir atau mengambil sebagian bidang saja.

      Contoh ke 01 : anda akan memulai usaha budidaya jamur mulai dari perawatan media tanam / baglog tumbuh menjadi jamur >> tujuan : hasil panen untuk diproduksi menjadi makanan [kering & basah] dan sebagian jamur segar untuk dijual.
      Untuk memulai usaha budidaya jamur usahakan minimum menjadi dua sumber income [jangan satu, alasan bila terjadi sesuatu hal tdk akan menjadi bangkrut / rugi].  

      Contoh ke 02 : anda akan memulai usaha budidaya jamur mulai dari pembuatan baglog [media tanam / bibit semai], tujuan : menjual baglog [media tanam / bibit semai], menjual jamur segar dan menjual makanan dgn bahan dasar jamur [makanan kering & makanan basah]. Kesimpulan : tiga sumber income [pendapatan] yang akan dihasilkan.  

      Dengan dimulai sistem usaha budidaya jamur seperti contoh diatas insya allah kegagalan [kebangkrutan] tidak akan terjadi, malahan keuntungan [profit] akan berlipat ganda.

      STOP DREAMING START ACTION

          Jumat, 25 Juni 2010

          Apakah budidaya jamur bisa dilakukkan di dataran rendah ?

          Pertanyaan ini sering kami terima dari para penelpon yang masuk ke nomor  telp kami. Sebelum kami memulai usaha budidaya jamur pertanyaan ini ada juga dibenak kami. Literatur yang kami baca selalu menceritakan jamur  akan hidup dan berkembang di dataran tinggi, sampai kami pun memulai  membuka usaha budidaya jamur dari dataran tinggi yaitu Cisarua Cimahi Bandung. Jenis jamur yang kami pakai adalah JAMUR TIRAM PUTIH.
          Karena kami mempunyai sifat ingin tahu lebih banyak lagi tentang budidaya jamur, maka kami melakukkan dibeberapa tempat dengan perbedaan ketinggian tanah dari permukaan laut yang berbeda yaitu :
          • Didaerah Desa Tagog, Padalarang, Bandung, yang keadaan suhunya lebih hangat, jamur dapat tumbuh dengan baik.
          • Didaerah Bekasi Timur, yang keadaan suhunya panas, jamur dapat tumbuh dengan baik.
          • Didaerah Cilegon Banten, yang keadaan suhunya sangat panas (hampir mendekati pantai), jamur tumbuh dengan baik.
            Dengan cara seperti inilah kami akhirnya mempunyai keyakinan bahwa usaha budidaya jamur (jenis tiram putih) bisa dilakukkan dimana pun, kapan pun, oleh siapa pun (kaya iklan aja).
            Prinsip budidaya jamur adalah mengkondisikan ruangan menjadi dingin dan lembab yaitu dengan cara :
            • Bila bangunan untuk pertumbuhan jamur belum ada, buatlah dari bahan yg paling murah, kuat, dan mudah didapat di area sekitarnya. Misalkan dari bahan dasar bambu (baik penutup dindingnya maupun rangka konstruksinya), atap menggunakan genteng tanah liat atau sejenisnya (alang-alang). Lantai ruangan dari tanah dilapisi pasir, khusus untuk jalan orang untuk operasional boleh diplester.
            • Perhatikan sirkulasi udara dan pencahayaan sinar matahari (jangan terlalu terang).
            • Selalu dikontrol suhu luar bangunan dan suhu didalam ruangan, jaga agar selalu dingin dengan cara disiram air dan direndam pakai air (airnya diglontorkan ke lantai).
            • Perhatikan permukaan baglog / media tanam agar selalu lembab.
            Inilah point-point yang harus selalu diperhatikan bila akan melakukkan / mendirikan usaha budidaya jamur didataran rendah.

            STOP DREAMING START ACTION

            Kamis, 24 Juni 2010

            Sejarah berdirinya "budimushroom"

            Bila kami harus mengingat kembali berdirinya "budimushroom" antara percaya dan tdk percaya, karena berdirinya "budimushroom" sesuatu yang mustahil kami wujudkan. 
            Kenapa ini kami sampaikan ? 
            1. Secara ekonomi kami tdk mempunyai modal.
            2. Secara keilmuan kami tidak memahami tentang budidaya jamur (maksudnya tdk memilik ilmu tentang budidaya jamur).
            3. Secara jaringan usaha kami juga tidak memiliki pengetahuan tentang hal ini (maksudnya kemana kami harus jual hasil panennya, kemana kami harus jual hasil produknya, kemana kami harus mencari bahan-bahan dasar untuk pembuatan budidaya jamur, kemana kami harus membuat alat-alat kerjanya, dan lain-lain......kalau kami tulis mungkin ada sejuta pertanyaan atau lebih dari angka tsb).
              Bagaimana ? - Kemana ? - Siapa ? - Dimana ? - Berapa ? -  kalimat bertanya ada semuanya didalam benak kami,  ini bisa terjadi karena kami tdk pengalaman, kami tdk menyukai, kami sama sekali tidak tahuuuuuuuu....jangankan sama jamur sama tanaman aja kami tdk  menyukai seumur hidup aku belum pernah menanam pohon apapun, seumur hidupku aku tdk pernah merawat pohonan, dalam arti kata kami tdk pernah memasuki dunia pertumbuhan.

              Dari serba kebingunan seperti ini kami hanya bisa berdoa " Ya Allah ada  apa dibalik ini semuanya ?  Apakah ini jalan yang harus kami lalui ? apakah ini....apakah ini .....? Setelah kami memohon petunjuk dari Allah SWT, akhirnya kami coba membaca artikel, bertanya pada petani jamur yg sdh berpengalaman (walaupun informasi yang kami dapat hanya sepotong sepotong) tapi yach ndak apa - apa lumayan buat modal melangkah membuka usaha budidaya jamur, minimum terbayang apa itu budidaya jamur.

              Suatu ketika kami berada diantara / lingkungan petani budidaya, jiwa kami terasa bergetar begitu melihat pertumbuhan jamur tiram putih, ada rasa penasaran, ada rasa keinginan yang lebih dalam dan ada rasa penasaran, semua bergejolak di dalam jiwa. Akhirnya kami putuskan untuk memulai usaha budidaya jamur, sedikit demi sedikit kami kumpulkan bahan-bahan baku, alat kerja dll. Itupun dengan modal nekat saja, dalam pikiran kami wajarlah bila gagal, karena keterbatasan ilmu, modal dan pengalaman. Hari demi hari kami kerjakan sendiri dari mencampur, pengetesan, pewadahan, sterilisasi, inokulasi sampai inkubasi. Pekerjaan ini kami lakukkan berulang-ulang tujuannya agar kami cepat memahi tata cara membuat media tanam / baglog yang baik dan sempurna (artinya menekan angka kegagalan). Setiap kami melakukan pekerjaan pembuatan baglog / media tanam, kami catat untuk bahan evaluasi. Kami memulai dari kapasitas 100 kg bahan baku, kemudian kami naikkan secara bertahap disesuai dengan keadaan dan kemampuan. Dengan kerja keras dan kesabaran yang tinggi akhirnya kami menemukan tata cara membuat media tanam, baik itu komposisi pencampuran bahan-bahan, metode kerja dll. Dgn  berjalannya waktu, akhirnya  jamur keluar / tumbuh dari baglog / media tanam, meneteslah air mataku (tanpa kusadari), antara percaya dan tdk percaya, ternyata kami bisa / mampu mewujudkan pekerjaan pembuatan media tanam sampai tumbuh jamur. Kurawat baglog - baglog yang kami buat dari tangan kami sendiri dengan perasaan kasih sayang dan jamur pun tumbuh berulang-ulang dengan baik sampai habis masa pertumbuhan. Dalam proses ini banyak ilmu yang kami dapatkan, subhanallah maha besar engkau ya Allah. 

              Setelah kepercayaan kami tumbuh dengan kuat mulailah kami menata distribusi / pengadaan bahan-bahan, tenaga kerja, alat kerja, tempat kerja dan penjualan hasil produksi / hasil panen jamur. Akhirnya usaha budidaya jamur kuberi nama "budimushroom", sesuai dengan nama kami sendiri yaitu budi siswandi. 

              Dari pengalaman yang sdh kami lakukkan, maka kami melakukkan pembinaan dan pengarahan pada petani - petani pemula yang mempunyai keinginan kuat untuk membuka usaha budidaya jamur baik, agar modal yang dikeluarkan sesuai dengan hasil yang akan didapat. Produk "budimushroom" khususnya bibit jamur sdh terkirim & banyak dipakai oleh para petani di P. Sumatera, P. Kalimantan, P. Sulawesi, P. Bali dan P. Jawa (khususnya Jawa Barat).

              TIP untuk berhasil diusaha budidaya jamur :
              • Mempunyai kemauan yang besar / niat yang kuat, kesabaran yang tinggi, belajar dan belajar baik dari petani yang sdh berpengalaman maupun dari kesalahan - kesalahan  sendiri pada waktu proses produksi.
              • Rancang pengembangan baik dari kwalitas produksi dan promosi hasil produksi.
              • Selalu berpikir positif di dalam melihat setiap masalah, janganlah berpikir orang lain  sesama petani budidaya jamur adalah pesaing bisnis tetapi partner / kawan / sahabat di dalam usaha bisnis budidaya jamur.  
              STOP DREAMING START ACTION

              Selasa, 15 Juni 2010

              Alat kerja untuk budidaya jamur.

              Untuk perawatan baglog / media tanam diperlukan alat kerja yang berfungsi untuk pengembunan atau mengkondisikan agar permukaan baglog tetap lembab dan ruangan menjadi dingin, terdiri dari :
              • Satu buah pompa dorong.
              • Satu buah drum penampungan air.
              • Satu buah spary.
              • Satu set instalasi air bersih dan instalasi listrik. 
              Lihat foto terlampir bentuk alatnya :

              STICK SPRAY

              Senin, 14 Juni 2010

              TIP menghindari kegagalan (I).

              Bagi petani pemula yang baru mulai membuka USAHA BUDIDAYA JAMUR khusus untuk materi pemeliharaan bibit semai / baglog / media tanam.
              Tip-tip yang harus diperhatikan untuk menjaga / menekan tingkat kegagalan sbb :
              • Bangunlah rumah pertumbuhan dari bahan yang murah dan tahan lama. Sebelum diisi dengan bibit semai / media tanam / baglog, bersihkan ruangan dari segala kotoran, siram / semprot pakai air. Setelah itu semprot / spray menggunakan bahan kimia (mis : formalin atau sejenis) dengan tujuan agar ruangan menjadi steril.
              • Bagi yang belum bisa membuat baglog / media tanam / bibit semai : Pesanlah baglog / media tanam / bibit semai pd petani yg sdh teruji kwalitasnya, persyaratan sederhana beli baglog yang sdh 90 % terselimuti oleh miselium (jangan yang baru dimasukan bibit karena tingkat kegagalan masih besar).
              • Tatalah baglog tsb didalam ruangan sedemikian rupa agar memudahkan perawatan dan pada waktu panen jamur.  
              • Kondisikan atau atur suhu ruang menjadi DINGIN & LEMBAB, bila perlu pasang hygrometer  (untuk mengetahui suhu dan kelembaban) di dalam ruangan. Tip : siram lantai ruangan dan dinding menggunakan air yang dialirkan (pekerjaan ini dilakukkan bila kondisi / cuaca dalam keadaan panas).
              • Permukaan baglog / media tanam / bibit semai, perhatikan jangan sampai kering / basah, jaga kondisinya agar tetap lembab (basah tdk kering pun tidak). 
              • Pintu bangunan kumbung jamur selalu dalam keadaan tertutup, ruangan harus selalu bersih, bila keadaan kotor akan merusak pertumbuhan jamur.
              • Kontrol sirkulasi udara dan sinar matahari.
              • Pada waktu melakukkan spary (penyiraman) untuk permukaan baglog, jamur yang siap panen jangan sampai terkena air, biarkan tumbuh, bila terkena air akan menyebabkan warna daun jamur akan menjadi kekuningan artinya kandungan kadar air terlalu berlebihan dan jamur akan cepat busuk. 
              • Masa panen jamur sekitar (3 -  4) hari dari masa keluarnya pinhead, cara panennya petik semua jamur yang ada dipermukaan baglog sampai keakar-akarnya dan bersihkan bagian permukaan baglog. Tujuannya agar miselium didalam baglog akan tumbuh kembali dengan baik. Masa tumbuh jamur / masa petik jamur dalam 1 baglog sekitar 4 x panen. Selalu beri tanda di dipermukaan baglog bila sdh panen, agar dapat diketahui kwalitas baglog / kapasitas hasil panen. Bila jml baglog banyak lakukkan percontohan dgn jml seperlunya.
              • Masa penyiraman / spray, lihat faktor keadaan cuaca di luar dan permukaan baglog. Bila kondisinya slalu hujan sebaiknya jangan disiram / dipray, atau bila kondisinya sangat panas sehari bisa 3 x penyiraman (pagi siang sore). Jangan melakukkan penyiraman / spray bila jamur belum dipanen, lakukkan pekerjaan tsb setelah panen jamur. 
              • Jamur yang baik / berkwalitas adalah kandungan air dalam tubuh jamur (batang + daun) sedikit kering, warna putih bersih, umur jamur sekitar 1 minggu bila disimpan di lemari es. Jamur yang tdk baik adalah kandungan airnya banyak dan warna kekuningan (biasanya umurnya jamur tdk tahan lama / cepat busuk setelah dipanen).

              Minggu, 13 Juni 2010

              TIP menghindari kegagalan (II).

              Bagi pemula yang akan mulai mendirikan USAHA BUDIDAYA JAMUR perhatikan TIP-TIP untuk menghindari atau memperkecil kesalahan atau kegagalan di dalam mengerjakan pekerjaan budidaya jamur.

              Pada waktu proses membuat media tanam atau baglog (bibit semai) perhatian point-point dibawah ini : 
              istilah di dalam budidaya : bibit murni / kultur murni, bibit induk, bibit semai.
              • Bekerja samalah dengan pengusaha penggergajian kayu, pilihlah serbuk kayu bekas gergajian dari jenis kayu yang sama, usahakan jenis kayu lunak. Hindari serbuk gergajian kayu yang tercampur dengan olie atau terkandungan zat kimia (terpentin). Bila serbuk kayu dalam keadaan basah, keringkan terlebih dahulu sebelum dipakai dengan cara dijemur. Catatan : jangan penggunakan serbuk kayu dari jenis kayu yang mengadung zat kimia (misalkan : pohon pinus).
              • Penggunaan bahan CaCO3, carilah tepung kapur yang proses pembuatannya adalah batu gamping yang dimasak dengan cara dibakar dan kemudian digiling menjadi tepung, belilah CaCO3 di toko kimia termasuk CaSO4. Tepung kapur yang baik akan terasa hangat pada waktu mengaduk-aduk (mencapur) bahan-bahan lainnya dan pada waktu sesudah pekerjaan pengkomposan akan menimbulkan suhu hangat sekitar 50 C.  
              • Perhatikan pada waktu proses mencampur bahan-bahan dan mengaduk harus  dilakukan berulang-ulang (dibolak balik) agar menyatu menjadi satuan yang benar-benar rata (homogen).
              • Lakukkan pengetesan kadar air dan nilai pH (sekitar 6 - 7) menggunakan pH meter. Oleh karena itu alat pH meter wajib dimiliki. Jamur akan tumbuh dengan baik bila nilai asam / basa sekitar atau diantara 6 - 7.Cara pengetesan lakukkan berulang-ulang (setiap saat) agar mendapatkan nilai yang akurat.
              • Pada waktu pewadahan tumbuklah adukan / adonan tersebut setelah dimasukkan ke dalam kantong plastik. Cara menumbuknya sedang-sedang saja (jangan terlalu padat dan jangan terlalu lembek).
              • Perhatikan pada waktu melakukkan pekerjaan sterilisasi. Tumpulah baglog / media tanam sedemikian rupa agar tekanan uap air panas merata. Kapasitas tumpuk sesuaikan dengan alat sterilisasi yang dipakai. Bila menggunakan alat yang sederhana (drum 2 bh dibuat menjadi satu dan kantong plastik yang dipakai ukuran 22/35) kapasitas maksimum 420 baglog / media tanam. Jangan lebih dari 450 bh, kegagalan akan terjadi khususnya baglog tumpukan paling atas karena tdk mendapat tekanan uap air panas yang maksimum. Untuk mendapatkan tekanan uap air panas maksimum, perhatikan nyala api, semakin besarnya nyala api semakian mendidih air di dalam drum dan semakin kuat tekanan uap air panasnya. Waktu yang dibutuhkan untuk pekerjaan sterilisasi dengan alat sederhana sekitar (minimum) 14 jam - 16 jam.
              • Pada waktu mengerjakan inokulasi (memasukan bibit kedalam baglog / media tanam). Lakukkan setelah baglog / media tanam dalam keadaan dingin. Pekerjaan inokulasi dilakukkan di ruangan tertutup dan harus steril, sebelum bekerja tenaga kerja harus dalam keadaan bersih dan jangan terlalu sering keluar masuk ruangan.
              • Pemakain bibit jamur pergunakan bibit yang benar-benar berkwalitas / teruji mutunya (misalkan proses pembuatan dan turunan bibit benar-benar terukur).
              • Pemindahan bibit dari wadah bibit (botol bibit) kedalam baglog / media tanam harus menggunakan alat yang sdh disteril, jangan menggunakan tangan atau bibit  yang sdh jatuh kelantai jangan dipungut dan dimasukkan kedalam baglog / media tanam.
              • Untuk proses inkubasi (pertumbuhan miselium di dalam baglog / media tanam), tata baglog / media tanam di rak-rak yang sdh disediakan, suhu ruangan kondisinya harus hangat. Periksa baglog / media tanam secara berkala. 
              • Bila kedapatan baglog / media tanam yang digigit tikus, segera tutup bagian yang robek / rusak menggunakan lakban, bila kondisi baglog / media tanam rusak berat akibat digigit tikus, keluarkan dari ruangan inkubasi. Bahan yang ada di dalam kantong plastik dikeluarkan dan dicampur ke adonan / adukan yang baru. 
              • Usahakan untuk proses pertumbuhan miselium di ruangan khusus untuk inkubasi - jangan dicampur di ruangan pertumbuhan jamur. Bila pada proses inkubasi dan mendapatkan baglog ada yang terkontaminasi (warna hijau atau hitam), segera dikeluarkan dari ruangan dan baglog / media tanam dilakukan proses ulang sterilisasi dengan cara disimpan ditumpukan bagian bawah, setelah itu lakukkan sterilisasi, lakukan pendinginan dan lakukan inokulasi (pemberian bibit), bila sdh selesai masukkan kembali keruangan inkubasi.
              • Bila baglog / media tanam yang sdh terselimuti (100 %) miselium, segera pindahkan ke ruangan pertumbuhan jamur (kumbung).

              Jumat, 11 Juni 2010

              Jadual Produksi dan Masa Panen Jamur

              JADUAL PEMBUATAN BAGLOG / MEDIA TANAM.
              Diasumsikan bahan-bahan, alat kerja, tempat kerja dan tenaga kerja sdh tersedia.
              Kapasitas 750 kg adonan / adukan, sistem manual.
              • 1 hari untuk pekerjaan mencampur bahan-bahan.
              • 2 hari untuk pekerjaan pengkomposan.
              • 1 hari untuk pekerjaan pewadahan.
              • 1 hari untuk pekerjaan sterilisasi.
              • 1 hari untuk pekerjaan pendinginan.
              • 1 hari untuk pekerjaan inokulasi,
              • 30 hari untuk pekerjaan inkubasi.
              Waktu yang dibutuhkan 37 hari dibulatkan 40 hari


              JADUAL PRODUKSI JAMUR.
              • Dihari ke 55, pinhead mulai tumbuh.
              • Pertumbuhan jamur siap panen sekitar 4 hari
              • Untuk ukuran baglog menggunakan kantong plastik 22/35, berat baglog sekitar 1,70 kg.
              • Akan mengalami masa panen sekitar 4 x dengan tenggang waktu 20 hari.
              KESIMPULAN :
              • Per 1 buah baglog dari mulai dibuat sampai habis masa panen memerlukan waktu : 135 hari atau 4,50 bulan.
              • Karena ada tenggang waktu dalam proses pembuatan untuk kapasitas kumbung sekitar 5.000 baglog akan membutuhkan waktu sekitar (5 - 6) bulan (dari awal pembuatan sampai masa habis panen).
              • Uk. kantong baglog 22/35 akan menghasilkan jamur  per baglog per periode : (0,40 s/d 0,60) kg, bila perawatannya bagus untuk didaerah dataran tinggi 0,60 kg dan dataran rendah 0,50 kg.

              Rabu, 09 Juni 2010

              Panduan bagi pemula yang akan membuka usaha budidaya jamur

              Langkah bagi pemula yang akan mendirikan / membuka USAHA BUDIDAYA JAMUR :
              • Cari informasi sebanyak mungkin tentang tatacara budidaya jamur.
              • Konsultasi dengan petani-petani yang sudah berpengalaman didalam usaha budidaya jamur.
              • Buat program kerja : tentukan lokasi / area tanah yang akan dijadikan tempat produksi, hitung biaya / modal kerja, cari sumber bahan baku, tenaga kerja dan distribusi hasil produksi.
              Langkah pertama : belajar memelihara atau merawat baglog / media tanam.
              • Mulailah dengan kapasitas 5.000 baglog, order ke petani yang menjual baglog / media tanam dengan kwalitas sdh teruji. Call BUDI SISWANDI - 08158751024 - 08561018488, email : b.siswandi@gmail.com
              • Buat rumah jamur / kumbung, tempat pertumbuhan jamur dari bahan yang mudah didapat disekitar area dari bahan yang murah, kuat dan murah.
              • Jadual pekerjaan kumbung dan order baglog / media tanam lakukkan bersamaan. Dengan tujuan bila rumah jamur / kumbung selesai, baglogpun siap untuk ditata di dalam ruangan rumah jamur (kumbung).
              • Pelajari cara-cara merawat baglog (media tanam), pelajari cara panen jamur, pelajari siklus pertumbuhan jamur, pelajari cara paking hasil produksi dan pelajari alur pemasaran hasil produksi.
              Langkah kedua : mulai merencanakan membuat baglog / media tanam.
              • Siapkan bangunan / sarana produksi.
              • Bahan-bahan produksi.
              • Alat kerja produksi.
              • Siapkan bibit jamur yang kwalitasnya sdh teruji. Call BUDI SISWANDI - 08158751024 - 08561018488, email : b.siswandi@gmail.com
              • Dimulai dari campuran bahan-bahan per 100 kg, amati hasil kerja. Bila hasilnya bagus lakukkan / naikkan kapasitas per 100 kg. Dengan tujuan agar mendapatkan metode / rumusan / tata cara kerja yang baik, cepat dan berkwalitas. 
              • Buat jaringan penjualan baglog dengan tujuan agar dibentuk petani-petani plasma. 
              • Bina petani - petani plasma sedemikian rupa agar terbentuk jaringan kerja yang harmonis.
              Bagi pemula yang berniat serius akan membuka usaha budidaya jamur bila membutuhkan KONSULTASI dengan kami silahkan Call 08158751024 - 08561018488 - BUDI SISWANDI - kirim email ke : b.siswandi@gmail.com, kami akan memberikan pengarahan TATA CARA mewujudkan USAHA BUDIDAYA JAMUR

              STOP DREAMING START ACTION

              Selasa, 08 Juni 2010

              Belajar merawat baglog agar tumbuh jamur

              Bila baglog yang ada di ruang inkubasi sdh memutih 100 % atau sdh diselimuti miselium sampai ke dasar bagalog, maka baglog siap untuk di pindahkan ke rumah / ruangan pertumbuhan jamur atau disebut kumbung jamur.
              Tahapan kerja sebelum kumbung diisi baglog adalah :
              • Bersihkan seluruh ruangan dari segala kotoran baik berbentuk sampah maupun sarang binatang (misalkan sarang laba-laba).
              • Siram seluruh ruangan dengan air baik dinding, lantai maupun rak - rak penyimpanan baglog. 
              • Bila memungkinkan steril area ruangan mempergunakan cairan formalin atau sejenisnya. Dengan cara disemprot atau dispray. Tujuannya agar ruangan benar - benar streil (bersih dari segala penyakit yang akan timbul pada pertumbuhan jamur). Diamkan 1 x 24 jam atau 2 x 24 jam sampai bau formalin atau bau obat hilang.
               
              Proses pemindahan baglog dari ruang Inkubasi ke ruang pertumbuhan jamur (kumbung)
              Tata penempatan baglog sedemikian rupa di rak - rak yang sdh disediakan dengan tujuan agar rapih, mudah memeriksa baglog dan mudah pada waktu panen jamur

              Pada fase ini, mulailah pekerjaan pembesetan atau pembukaan bagian atas baglog dengan cara dilepas karet yang mengikat dan sobek plastiknya, akan terlihat permukaan baglog.
              Tiap hari lakukkan spary permukaan baglog, sehari 2 x (pagi dan sore), lihat kondisi cuaca bila suhunya panas bisa 3 x sehari. Lantai ruangan dan dinding siram pakai air agar suhu ruang menjadi dingin dan lembab.
              Dalam hitungan paling lama 2 minggu pinhead akan bermunculan dipermukaan baglog.
              Pinhead mulai tampak dipermukaan baglog
              Bila batang dan daun jamur sudah membesar, pada waktu spray usahakan jangan sampai kena air karena akan menambah kadar air pada jamur yang mengakibatkan warna menjadi kekuning-kuningan dan kwalitas jamur akan menurun (cepat busuk). Bila kondisi sdh seperti ini, rawat / jaga suhu ruang agar tetap dingin dan lembab dgn cara lantai ruang selalu disiram dengan air agar tetap basah termasuk dinding-dindingnya.
              Ciri - ciri jamur yang siap panen adalah ujung daun jamur sdh tdk melengkung kebawah tetapi sdh mendekati ke datar. Segera petik jamur tsb dan habiskan seluruh jamur yang ada di permukaan baglog, jangan sampai ada yang tersisa termasuk akar-akar jamur (benar-benar bersih).Jamur akan tumbuh lagi dari baglog sekitar 20 hari setelah dipetik. Jumlah pertumbuhan jamur dalam 1 baglog bisa sampai 4 kali dan hasil jamur akan mencapai 0,60 kg dalam satu kali periode.

              Sabtu, 05 Juni 2010

              Manfaat konsumsi jamur tiram bagi manusia.

              Sejak ratusan tahun yang lalu jamur sdh menjadi makanan istimewa bagi sekelompok orang. Bukan saja karena kelezatan dan nilai gizinya yang tinggi, tapi juga karena bermanfaat sebagai obat. Orang Indian Meksiko menggunakan jamur untuk menciptakan halusinasi dalam upaya ritual.
              Banyak orang memperlakukkan jamur sebagai bahan makanan menakutkan. Dalam sejarah, jamur pernah dipandang sebagai racun hebat dan mematikan. Kaisar Caludius pada 54 Masehi mengkat terkena racun dari jamur yang diberikan istrinya Agrippina, sedangkan Paus Clement VII bernasib sama pada 1534.
              Namun, selain menakutkan, jamur juga dipandang sebagai makanan bernilai tinggi. Penguasa tertinggi Mesir Kuno, Para Pharao, menganggap jamur sebagai "MAKANAN ILLAHI" sehingga jenis makanan ini terlarang bagi rakyat biasa.
              Orang-orang Romawi percaya jamur memberikan kekuatan sehingga mereka menjadikannya sebagai bagian dari menu makanan tentara, sedangkan orang-orang China memandang jamur sebagai makanan yang baik dan bermanfaat untuk kesehatan.
              Berdebat mengenai rasa jamur bisa berkepanjangan, namun untuk nilai gizi sejumlah peneliti ilmiah menunjukan jamur punya keunggulan dibandingkan bahan makanan lain dari tumbuhan dan hewan.
              Jamur bukan hanya memiliki nilai gizi tapi juga punya sejumlah efek positif untuk kesehatan. Kandungan mineral dan karbohidrat pada jamur sangat tinggi serta punya beragam karakter dan khasiat.

              Kamis, 03 Juni 2010

              Mengapa budidaya jamur ?

              Mengapa budidaya jamur ?
              • Jamur sebagai makanan yang memiliki nilai nutrisi dan gizi yang tinggi.
              • Memiliki citra rasa yang "maknyuuuus", eksotik dan mewah.
              • Dapat tumbuh dimana saja asal kondisi sesuai dengan persyaratan.
              • Teknologi budidaya terentang dari yang kompleks dan canggih disertai peralatan jutaan dollar sampai dengan yang sederhana yang dapat dilakukkan oleh tangan ibu-ibu dan ank-anak.
              • Memiliki nilai ekonomi yang masih lumayan dibandingkan dengan usaha agro lainnya.
              Persiapan apa yang harus dimiliki ?
              Hal-hal yang harus diketahui sebelum terlibat pada usaha budidaya jamur :
              • Bagaimana jamur itu tumbuh ?
              • Mengapa dan bagaimana usaha budidaya jamur ?
              • Berapa besaran rupiah yang diperlukan ?
              • Pengetahuan dan ketrampilan apa yang harus diketahui ?
              • Dimana atau kemana untuk dapat memperoleh keterangan-keterangan lebih jauh tentang jamur dan usaha budfidaya jamur ?
              Jamur di Indonesia.
              Data dan informasi perkembangan jamur pangan di Indonesia belum banyak dapat diperoleh, baik tentang besarannya produksi, pemsaran domestik dan pelbagai aspek yang terkait. Gambaran budidaya jamur di Indonesia tercatat :
              • Jamur Merang pertama kali dibudidayakan pada tahun 1935 - 1940.
              • Jamur Kancing dimulai pada tahun 1968.
              • Jamur Kuping dimulai pada tahun 1990.
              • Jamur Tiram dimulai pada tahun 1990.
              • Jamur Shiitake dimulai pada tahun 1990.
              Pengembang jamur di Indonesia dilakukkan oleh 2 pemeran utama yaitu :
              1. Perusahaan besar dengan inventasi disertai penerapan teknologi modern. Umumnya budidaya untuk jenis jamur tertentu dengan tujuan eksport.
              2. Para UKM jamur serta para pembudidaya tradisional yang dapar berkembang untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dan domestik.
              Sejarah Budidaya.
              Pada awalnya pemenuhan kebutuhan manusia terhadap jamur konsumsi hanya mengandalkan kemurahan alam. Dengan cara seperti ini, jumlah jamur yang didapat sangat terbatas dan hanya pada musim tertentu bisa diperoleh. Di Indonesia jamur hanya tumbuh secara alami pada musim hujan. Insiatif membudidayakan jamur konsumsi dilakukkan saat kebutuhannya terus meningkat, sedangkan persediaan di alam semakin terbatas. Berkat pengamatan dan ketelitian mempelajari cara hidupnya, manusia berhasil membudidayakan jamur konsumsi untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat setiap saat.

              Kegiatan pembudidayaan jamur konsumsi menciptakan sebuah pekerjaan baru dibidang pertanian yang selama ini belum dikenal dimasyarakat petani di Indonesia. Membudidayakan jamur konsumsi, khususnya jamur kuping, tiram dan jamur merang, mendatangkan keuntungan yang sangat menggiurkan baik dilakukkan dalam skala kecil maupun besar. Hal ini tdk terlepas dari tingginya permintaan dan nilai jual ketiga jamur tsb. Selain itu, budidaya jamur kuping, tiram dan merang memiliki beberapa keuntungan komparatif dibandingkan dengan budidaya tanaman sayur komersil lainnya. Keuntungan itu meliputi aspek ketersediaan bibit, media tanam, lokasi dan luas lahan untuk pembudidayaan, serta harga jual yang tinggi. 

              STOP DREAMING START ACTION

                Senin, 31 Mei 2010

                Info tentang bibit jamur

                Pembibitan merupakan tahapan budidaya yang memerlukan ketelitian tinggi karena harus dilakukkan dalam kondisi steril dengan menggunakan bahan dan peralatan khusus. Mereka yang tidak memiliki sarana lengkap, minim pengalaman, dan kurang ketelitian sebaiknya membeli bibit dari produsen yang khusus menyediakannya, silahkan call 08158751024 atau 08561018488 - langsung dgn BUDI SISWANDI (budimushroom). Oleh karena itu, bibit harus dibuat dengan baik agar dihasilkan jamur dengan kualitas dan kuantitas yang baik pula. Untuk menjamin kualitas bibit yang dihasilkan sebaiknya pembuatan bibit dilakukkan dilaboratorium. Dengan cara ini bibit jamur yang dihasilkan relatif terhindar dari pencemaran atau kontaminasi.Disamping itu tenaga pelaksana harus mempunyai kemampuan dan ketrampilan yang memadai.
                Dalam kegiatan pembibitan dikenal istilah :
                • Pembiakan tahap pertama atau disebut dengan F.0
                • Pembiakan tahap kedua atau disebut dengan F.1.
                • Pembiakan tahap ketiga atau disebut dengan F.2. 
                Atau juga dengan istilah :
                • Pembuatan kultur murni (F.0).
                • Pembuatan bibit sub.kultur (F.1).
                • Pembuatan bibit induk (F.2).
                Ada empat tahapan yang dilakukkan dalam pembuatan kultur murni yaitu :
                1. Pembuatan Media.
                2. Pemilihan Induk.
                3. Isolasi.
                4. Inkubasi.
                • Pembiakan tahap kedua (F.1) atau pembuatan bibit induk (F.1) dengan tujuan memperbanyak miselium jamur yang berasal dari biakan murni. Pada dasarnya langkah-langkah yang dilakukkan di pembiakan F.1 tidak berbeda dengan pembiakan F.0 meliputi : penyiapan bahan, inokulasi, dan inkubasi, hanya media yang digunakan berbeda. Bibit ini merupakan turunan pertama (F1) dari tanaman induk sehingga sangat baik mutunya Kwalitas bibit induk akan sangat dipengaruhi oleh kultur murni yang digunakan. Bila kultur murni yang digunakan berkwalitas baik maka bibit yang dihasilkannya pun diharapkan berkwalitas baik pula.
                • Pembiakan tahap ketiga (F.2) atau pembuatan bibit induk (F.2) adalah bibit turunan dari bibit induk. Pada prinsipnya proses pembuatan bibit induk sama dengan proses pembuatan bibit  sub.kultur hanya bahan-bahan yang digunakan berbeda. Tujuannya pun sama yaitu memperbanyak miselium jamur yang berasal dari biakan murni dan bibit induk.

                Sabtu, 29 Mei 2010

                Info budidaya jamur

                Didalam membuat baglog atau media tanam, untuk melengkapi unsur-unsur yang dibutuhkan oleh jamur, serbuk kayu harus dicampur dengan beberapa bahan media lain, seperti BEKATUL, KAPUR, GIPS dan TEPUNG BIJI-BIJIAN. Dari semua bahan tambahan tersebut : BEKATUL, KAPUR, dan GIPS mutlak diperlukan karena memiliki fungsi sebagai berikut :
                • BEKATUL yang kaya akan karbohidrat, karbon, nitrogen dan vitamin B kompleks yang bisa mempercepat pertumbuhan miselium dan mendorong perkembangan tubuh buah jamur. Bekatul dari berbagai jenis padi dapat dipergunakan seperti : IR, C4, PANDAN WANGI, atau ROJO LELE. Bekatul yang digunakan sebagai bahan campuran harus yang masih baru, tidak berbau apek, dan struktur belum rusak.
                • KAPUR berfungsi mengontrol pH media tanam agar sesuai dengan syaratnya tumbuh jamur. Selain itu, kapur juga merupakan sumber kalsiu. Kapur yang digunakan sebagai bahan campuran media adalah kapur pertanian, yaitu kalsium karbonat (CaCO3).
                • GIPS (CaSO4) dapat memeprkokoh struktur suatu bahan campuran. Dengan penambahan GIPS, diharapkan struktur campuran serbuk kayu dengan bahan lainnya menjadi kokoh dan tidak mudah pecah.
                • SERBUK KAYU, walaupun hampir semua jenis serbuk kayu dapat digunakan sebagai bahan utama media tanam, ada beberapa jenis kayu yang memiliki kandungan zat ekstratif (zak pengawet alami yang terdapat pada kayu) dan terpentin (minyak pelarut cat) cukup tinggi sehingga tidak cocok dijadikan media karena bisa menghambat pertumbuhan jamur. Memperkirakan besarnya kandungan zat ekstratif pada kayu dapat dilihat dari bentuk daunnya. Kayu dari kelompok pohon yang berdaun jarum memiliki kandungan zat ekstratif lebih tinggi dibandingkan pohon dari kelompok berdaun lebar. Karena itu disarankan untuk menggunakan serbuk kayu yang berasal dari kelompok pohon berdaun lebar, misalnya KAYU ALBASIA, KAYU MERANTI, KAYU JATI dan KAYU RANDU. Yang terpenting adalah serbuk kayu berasal dari kayu lunak atau kayu keras dapat dipakai karena sulit membedakan serbuk kayu yang berasal dari limbah perusahaan penggergajian kayu. Yang harus diperhatikan adalah serbuk kayu jangan tercampur dengan bahan bakar, misalnya minyak solar atau sebagian besar buka dari serbuk kayu pohon pinus karena pohon pinus banyak mengandung getah (terpentin) yang dapat menghambat pertumbuhan jamur. 
                TIPS, MENENTUKAN BEKATUL YANG BERKWALITAS BAIK DENGAN CARA SEDERHANA :
                • Ambil segenggam bekatul dan genggam dengan kuat. Bekatul yang baik tidak akan mudah hancur bentuknya begitu genggaman dibuka. Apabila bekatul mudah hancur, kemungkinan besar bekatul yang diuji berkwalitas jelek atau merupakan bekatul campuran.
                • Ambil kira-kira 1 - 2 sendok bekatul yang baik. Larutkan bekatul tersebut dalam segelas air bersih dan amati warna endapan, serta bahan-bahan lain yang mengapung. Pahamilah kondisi dan perubahan-perubahan yang terjadi. Jadikan larutan tersebut sebagai pembanding terhadap bekatul yang akan dibeli. Apabila perbedaannya mencolok, seperti warna lebih tua dan endapan lebih banyak, kemungkinan besar bekatul yang diuji tersebut berkwalitas kurang baik. 
                TIP, menentukan nilai kadar air dalam adonan / adukan untuk pembuatan media tanam atau baglog :
                • Ambil segenggam adonan bakal media tanam / baglog dan genggam erat - erat, cek jangan sampai ada tetesan air, buka genggaman tangan dan adonan berbentuk bekas genggaman dan masih mudah diurai kembali (ini menandakan kadar air cukup).
                TIP, menentukan nilai pH di dalam adonan bakal media tanam / baglog :
                • Ambil alat pH meter, tusukan di beberapa tempat gundukan adonan, nilai pH yang baik adalah berkisar 6 - 7. Alat pH meter yang digunakan adalah yang berbentuk batang (biasanya digunakan untuk menentukan nilai pH di dalam tanah).
                Daftar harga bahan-bahan dasar di Bandung pada bulan Oktober 2009 sbb :
                • Rp 5.000,- per karung untuk serbuk kayu.
                • Rp 1.700,- per kg untuk dedak atau bekatul.
                • Rp 8.000,- per kg untuk tepung jagung.
                • Rp 500,- per kg untuk CaCO3 (kapur).
                • Rp 3.500,- per kg untuk CaSO4 (gips).
                • Rp 21.000,- per kg untuk plastik Type PP uk. 22 x 35 x 0.3.
                • Rp 7.000,- per kg untuk majun.
                • Rp 33.000,- per kg untuk karet gelang.
                • Rp 8.000,- per liter untuk spritus.
                • Rp 22.000,- per liter untuk alkohol.
                Kantong plastik yang dipakai untuk membuat media tanam adalah jenis plastik yang tahan terhadap suhu panas yaitu jenis polipropilena (dipasar biasa disebut dengan istilah PLASTIK PP). Dipasar biasanya beredar jenis plastik PE dan HD yang merupakan jenis plastik yang kurang baik bila digunakan didalam budidaya jamur kayu pada umumnya. Plastik yang digunakan dapat menggunakan berbagai ukuran dengan ketebalan minimum 0,003 mm sehingga pada saat dilakukkan pemadatan tidak mudah pecah.
                Contoh ukuran kantong plastik (cm x cm)
                • 18 x 30 - bobot media tanam (kg) 0,8 - 0,9
                • 20 x 30 - bobot media tanam (kg) 0,9 - 1,0
                • 17 x 35 - bobot media tanam (kg) 1,2 - 1,3
                • 22 x 35 - bobot media tanam (kg) 1,6 - 1,7